(sumber gambar: https://en.wikipedia.org/wiki/Cornelis_de_Houtman)
Saya akan menceritakan teantang perjalanan Cornelis de Houtman di Indonesia .Cornelis de Houtman adalah seorang penejelajah belanda yang menemukan jalur pelayaran dari eropa ke Indonesia dan berhasil memulai perdagangan rempah rempah bagi belanda.pada tahun 1592 cornelis de houtman dikirim oleh para pedagang amsterdam ke Lisbon untuk menemukan sebanyak mungkin informasi mengenai kepulauan tempat rempah rempah bagi Belanda .pada saat de houtman kembali ke Amsterdam ,para pedagang tersebut memastikan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah rempah .pada 27 juni 1596 Cornelis de Houtman tiba di Banten.penerimaan penduduk awalnya bersahabat ,tapi setelah beberapa tabiat kasar yang ditunjukan awak kapal belanda.sultan banten bersama dengan petugas portugis di Banten ,mengusir kapal belanda tersebut. setelah kembali ke belanda, pada pelayaran yang kedua ia memimpin armada dagang belanda yang juga dilengkapi dengan kapal perang. hal itu dilakukan untuk menghadapi kontak senjata dengan kesulatan Aceh darusalam pada tanggal 21 juni 1599 2 buah kapal belanda bernama deleue dan deleeuwin yang dipimpin oleh dua orang bersaudara cornelis de houtman dan fredrick de houtman dan berlabuh di aceh. Pada awalnya rombongan tersebut mendapat perlakuan yang baik dari kesultanan karena adanya kepentingan hubungan perdagangan namun dalam perkembangannya sultan al-mukamnil tidak senang dengan kehadiran belanda dan memerintahkan untuk menyerang orang-orang belanda yang ada di kapal-kapalnya. Ada dugaan bahwa sikap sultan tersebut banyak dipengaruhi oleh hasutan seseorang warga portugis yang jadi penerjemahnya. Serangan tersebut dipimpin sendiri oleh laksamana keumalahayati. Alhasil cornelis de houtman dan beberapa anak buahnya terbunuh sedangkan frederick de houtman tertangkap dan dimasukkan ke dalam penjara selama dua tahun. Keberhasilan laksamana keumalahayati merupakan sebuah prestasi yang sungguh luar biasa dan merupakan akhir dari perjalanan cornelis de houtman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar