Jumat, 28 Juli 2017

Keterampilan berbahasa dan sastra

       halo teman teman ,kembali lagi di blog saya .pada kesempatan ini,saya akan menjelaskan beberapa hal tentang keterampilan berbahasa dan sastra yang telah disampaikan oleh guru bahasa indonesia saya disekolah yaitu pak martinus .
       Tujuan pembelajarannya adalah setelah kita berbicara panjang lebar ceramah tentu kita hanya mengambil pokok pokok /inti pembicaraan.Selama kita belajar bahasa indonesia dari sd sampai kuliah kita hanya membahas 4 hal yang kita yang kita dapat yaitu :
1.membaca
2.mendengar / menyimak
3.menulis
4.berbicara
       jadi jika kita ingin menjadi terampil dalam berbahasa ,kita harus dapat menguasai 4 hal tersebut.Mendengar dan menyimak secara sekilas terlihat sama,tetapi kedua hal tersebut berbeda.Terlihat sama ,tetapi kedua hal tersebut berbeda.Darimana bedanya ? kalau kita mendengar,mungkin kita hanya sekedar mendengar tetapi tidak disimak dan dengan cepat untuk melupakan apa yang barusan kita dengar ,kalau menyimak kita akan lebih memahami /mengerti apa yang orang lain katakan dan omongannya pun menyangkut di otak kita.
       Dalam sastra kita dapat mengetahui 2 unsur ,yaitu ada unsur intrinsik dan ekstrinsik.Apa saja yang terdapat dalam unsur intrinsik dan ekstrinsik ? 
Unsur intrinsik meliputi:
1.Tema
2.Latar
3.Alur
4.penokohan/watak
5.Amanat
unsur ekstrinsik meliputi : 1.Latar belakang pengarang 
       sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini tentang keterampilan berbahasa dan sastra .mohon dimaafkan jika ada hal yang salah.Terima kasih sudah membaca di blog saya.



                             



Kamis, 20 Juli 2017

perjalanan cornelis de houtman di indonesia

(sumber gambar: https://en.wikipedia.org/wiki/Cornelis_de_Houtman)
      Saya akan menceritakan teantang perjalanan Cornelis de Houtman di Indonesia .Cornelis de Houtman adalah seorang penejelajah belanda yang menemukan jalur pelayaran dari eropa ke Indonesia dan berhasil memulai perdagangan rempah rempah bagi belanda.pada tahun 1592 cornelis de houtman dikirim oleh para pedagang amsterdam ke Lisbon untuk menemukan sebanyak mungkin informasi mengenai kepulauan tempat rempah rempah bagi Belanda .pada saat de houtman kembali ke Amsterdam ,para pedagang tersebut memastikan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah rempah .pada 27 juni 1596 Cornelis de Houtman tiba di Banten.penerimaan penduduk awalnya bersahabat ,tapi setelah beberapa tabiat kasar yang ditunjukan awak kapal belanda.sultan banten bersama dengan petugas portugis di Banten ,mengusir kapal belanda tersebut. setelah kembali ke belanda, pada pelayaran yang kedua ia memimpin armada dagang belanda yang juga dilengkapi dengan kapal perang. hal itu dilakukan untuk menghadapi kontak senjata dengan kesulatan Aceh darusalam pada tanggal 21 juni 1599 2 buah kapal belanda bernama deleue dan deleeuwin  yang dipimpin oleh dua orang bersaudara cornelis de houtman dan fredrick de houtman  dan berlabuh di aceh. Pada awalnya rombongan tersebut mendapat perlakuan yang baik dari kesultanan karena adanya kepentingan hubungan perdagangan namun dalam perkembangannya sultan al-mukamnil tidak senang dengan kehadiran belanda dan memerintahkan untuk menyerang orang-orang belanda yang ada di kapal-kapalnya. Ada dugaan bahwa sikap sultan tersebut banyak dipengaruhi oleh hasutan seseorang warga portugis yang jadi penerjemahnya. Serangan tersebut dipimpin sendiri oleh laksamana keumalahayati. Alhasil cornelis de houtman dan beberapa anak buahnya terbunuh sedangkan frederick de houtman tertangkap dan dimasukkan ke dalam penjara selama dua tahun. Keberhasilan laksamana keumalahayati merupakan sebuah prestasi yang sungguh luar biasa dan merupakan akhir dari perjalanan cornelis de houtman.